Home / Asia / #TravelDiary Silly People at Singapore!

#TravelDiary Silly People at Singapore!

Tertanggal 4-7 Desember 2010. Saya, Konyol, Sasa, Cita, Tika, Ayu, Wicak, dan Rendi. (Sebenernya sih masih ada Devi, Uwi, Idesh, Adri, Adra, Lita, dan Nita) Tapi berhubung orang-orang yang namanya di dalam kurung tersebut pisah agenda dan pisah tempat tinggal sama kita, jadi ceritanya fokus di team yang ada saya-nya yaa.. :p Geng jalan-jalan kali ini emang agak beda dari geng jalan-jalan sebelumnya. Dan lucunya sebagian besar dari kita officially know each other waktu di bandara. Kalo dari gambaran rantai perkenalan sih kayak gini    : A B C D udah saling kenal. si B bawa sodaranya E dan F. dan si C bawa temen si G. Si G bawa sodara, H. begitu lah kira-kira. Jadilah A B C D E F G H bisa saling kenal.

Full Team
sing1

Day 1 : 4 Dec 2010
Orchard Road – Esplanade – Merlion

Kita tinggal di Footprints Hostel, a homy hostel yang bertajuk your home away from home ini terletak di antara distrik Little India dan Bugis. Lebih deket ke Little India sih sebenernya. Atau malah memang terletak di Little India ya? karena 20 meter keluar dari hostel, memang sudah tampak jelas suasana indiahe dengan wangi khas kare. Kita pilihnya Mixed Room with 12 bed, yang berarti 4 bed ditempatin oleh orang lain yang nggak kita kenal. Overall I gave 90 mark for this hostel. Bersih, aman, nyaman, enak, dan harga bersahabat (+/- SGD 20/bed/night). Minusnya cuman 1, agak jauh dari MRT station. Bagi orang Sg yang doyan jalan sih mungkin gak jauh ya, tapi bagi orang Indo kayak saya yang jarang jalan kaki kemana-mana itungannya ya lumayan jauh – sekitar 10 menit jalan kaki.

Footprints Hostel
SING5
sing4 sing3 sing2

Destinasi pertama kita adalah Orchard Rd – yang kanan kirinya dipenuhi sama mall-mall gede berjejer sepanjang jalan. Isinya sebenernya kurang lebih sama, brand-brand kenamaan dari seluruh dunia, you name it-lah hampir semua ada. Oh ya, makan pertama kita di food court di Lucky Plaza. Murah sih, cuman habis SGD 7. Bad luck, saya mesen makanan yang rasanya apa adanya :( Dan worst luck, si Konyol makanannya super gak enak banget. Hahaha…

Capek keluar masuk mall nemenin Wicak, Sasa dan Rendy belanja, akhirnya kita end up di trotoar Orchard, jajan eskrim walls potong yang enak dan murah meriah – 1 dolar doang. Lalu beranjak lagi ke MRT Station untuk menikmati sore di Esplanade dan Merlion.

Orchad Road
sing8 sing7 sing6

Sesampainya di Esplanade, langsung disambut dengan jamming session-nya entah siapa. Mereka nyanyiin Empire State of Mind. Tapi kata New York -nya diganti Singapura. Well, cukup menghibur, walaupun agak sedikit maksa, tapi bagus juga :)

Satu lagu belum selesai, keluarlah kita dari gedung Esplanade ini buat foto-foto biar gaya arsitektur si gedung yang mungkin bertema durian montong ini bisa diabadikan di koleksi foto-foto pribadi kita. Thank God, si Patung Merlion letaknya pas banget ada di sebrang Esplanade. Jadi gak perlu naik MRT lagi, cukup jalan kaki sebentar menyusuri sisi jembatan dan sampailah! Untungnya, kita kesini pas sore-sore, Jadi di foto, bisa dapetin view waktu masih terang dan view waktu malam lengkap dengan city light-nya.

Dinner malam pertama jatuh di Thai Express di Esplanade. Gaya banget gak sih? haha. Letaknya disisi sungai Sg. Pas sebrang-sebrangan sama Merlion. Sambil makan sambil bisa ngeliat city light di belakang Merlion. Kali ini beruntung karena makanan yang saya pesen enak! dan makanan Konyol masih aja gak enak. Hahaha.. (Makan disini habis SGD 13 -17) Seharusnya jadwal kita sehabis dari Esplanade adalah ngafe-ngafe di Clarke Quay. Tapi sungguh stamina sudah habis-bis akhirnya kita mutusin buat pulang dan menunda kunjungan ke Clarke.

Esplanade & Merlion
sing11 sing10 sing9

Silly Things Day 1 :

– Wicak beli perdana Starhub seharga SGD 50, beda counter sama anak-anak lain yang beli cuman SGD 15. Ternyata perdana yang dia beli itu untuk langganan sebulan! padahal dia di Sg cuman 4 hari!
– Waktu naik skytrain di Changi, dari T1 ke T2. seharusnya kita turun di T2. Tapi karena gak ada yang berani nanya T2 itu turun dimana, akhirnya kita kebawa skytrain balik lagi ke T1. 😀
-Pas sampe kamar hostel, kita kira kita satu-satunya tamu yang ada di kamar itu, karena memang kamar itu masih dikunci. Buka pintu-teriak : “assalamualekum! woww dingiin kamarnyaa!!” ketawa-ketawa berisik..jrenggg ternyata ada cowo cina tidur di salah satu bed di pojok. Dan dia pun terbangun lantas langsung beranjak keluar kamar – keberisikan. :p
-Tiket MRT Wicak ilang pas mau tapped out. Pas udah beli tiket baru, ternyata tiketnya ada di kantong celananya. yeahhh riight!
-Wicak ninggalin SLR-nya di atas bed di dorm. Udah tau bukan kita doang yang tidur di kamar itu. Hadehh..untung pas pulang tuh SLR masih tergeletak dengan gantengnya diatas bed.
Day 2 : 5 Dec 2010
Bugis Street – Mustafa Center – Marina Bay Sky Park – Clarke Quay

Sarapan pagi di Footprints : Susu dan cereal (ada honey star – my fav! dan koko crunch), roti selai apa saja silahkan pilih sendiri, teh atau kopi silahkan pilih sendiri, dan tentunya cuci piring sendiri.

Berbekal peta Sg yang diambil di Changi dan sedikit tanya-tanya sama resepsionis gimana caranya ke Bugis Market, didapatlah bekal pengetahuan kalo kita lebih baik jalan kaki dari hostel karena menurut mereka jaraknya itu dekat. Setelah dijalanin, ternyata emang jaraknya gak jauh sih, cuman sekitar 20 menit-an.

Bugis market ini kurang lebih kayak melawai kali ya? tapi sedikit lebih kece dan bersih -lah. Di lantai bawah kebanyakan jual souvenir. Di lantai 2, persis kayak ITC Ambassador, jualan baju-baju, tas dan sepatu lucu-lucu yang harganya sekitar SGD 10-30. Kita juga sempet mampir di Sex Shop yang di lantai bawah. Hihi… isinya ya gitulah, hampir semuanya berbentuk you-know-what!

Walk to Bugis
sing12
mus2 mus1

Dari Bugis kita ke Mustafa Center naik bus. Yayy! pertamakalinya! Untungnya dari awal kita udah beli MRT tourist card paket untuk 3 hari. Bayar cuman SGD 45 (including deposit SGD 10 yang nanti bisa diambil pas balikin kartunya) bebas dipakai naik turun MRT dan bus kemana pun dan berapa kali pun. Karena saya dan Sasa agak kesulitan mempelajari peta trayek bus di halte, akhirnya saya coba jalan pintas, nanya ke siapapun di halte yang kira-kira bertampang orang asli Sg : “are you a local?” kalau yang ditanya menjawab “yes” barulah lanjut ke pertanyaan berikutnya : “Do you know how to go to Mustafa Center by bus?”

God Bless this Singaporean -dia langsung ngajarin gimana cara baca peta trayek bus dan ngasih tau kita harus naik dan turun di mana kalo mau ke mustafa.

Mustafa Center itu adalah supermarket yang jualan apa saja dengan harga miring dan buka 24 jam. Biasanya orang-orang kesini itu belanjanya parfum dan coklat. Parfum merek apapun harganya jauh lebih murah dari yang dijual di Indonesia. Mulai dari SGD 8-60. Coklatnya juga suabreg-abreg. Dari yang bentuknya kotak-kotak standar sampe bentuk bola juga ada.

Sebenernya, dari Mustafa Center ke hostel itu deket banget..tapi berkat wrong direction dari mas-mas india di tempat penitipan barang, kita jadi salah arah -bukannya mendekat malah menjauh! makasih yah nehi nehi gara-gara kamyu kita jadi harus muter-muter dan end up naik MRT.

Walk to Mustafa Center
mus
mus4

Sampe hostel naro barang-barang belanjaan, meregangkan otot-otot kaki sebentar, lalu segera beranjak lagi menuju Marina Bay Skypark buat ngincer sunset. Tapi emang dasar nasib, setelah turun di Marina Bay MRT Station, dengan mantapnya kita melangkahkan kaki ke halte bus terdekat. Baca-baca jalur ke Marina Bay Sands di peta trayek di halte, nemu deh nomor bus 133 dan 87 untuk menuju ke sana. Gelisah nunggu lama dan mulai ragu lantaran bus 133 banyak yang lewat tapi gak berhenti di halte tempat kita nunggu. Akhirnya saya coba peruntungan jalan pintas lagi -nanya ke orang yang kira-kira meyakinkan, waktu itu kebetulan sasaran saya adalah cowok India. Dia bilang, untuk ke Marina Bay Sands Skypark, kita tinggal jalan kaki aja, gedungnya juga udah keliatan soalnya. Tapi terserah kalo emang kita pengennya naik bus. Karena malas jalan, jadilah kita milih naik bus 87. Duduk dengan tenangnya, sambil mupeng liat si gedung Marina Bay dari jendela bus. Pertama, saya dan yang lain lirik-lirikan karena mulai merasa ada yang janggal dengan si gedung dan si bus. Kedua, saling senyam-senyum gak jelas, ketiga mulai bertanya-tanya kenapa gerangan gedungnya makin menjauh? keempat, pasrah dan cekikikan karena kita udah sadar ada yang salah. Yeah, ternyata kita salah naik bus. Bukannya ke Marina Bay Sands, malah ke Marina Bay Port. Hahh..hilanglah sudah kesempatan liat sunset dari atas sana :(

Setelah tanya sana tanya sini, akhirnya berhasil membenahi perjalanan kembali menuju Marina Bay Sands dan sampai dengan selamat tepat saat matahari sudah lenyap. Saya sempet hopeless takut dimintain passport kalo naik ke atas sana (karena bodohnya waktu itu saya lupa bawa passport!) tapi ternyata enggak. Gak ada persayaratan apapun kecuali bayar SGD 20. Setelah itu, kita dikasih semacem guiding remote yang harus mulai dioperasikan waktu udah sampe di rooftop. Sebenernya nih remote gak jelas juga sih apa gunanya, karena pas dinyalain di atas, recording guide -nya cuman ngomong “welcome to bla bla bla” yang akhirnya gak dihiraukan sama kita karena kalah pamor sama superb view dari skypark itu.

Jadi sebenernya Marina Bay itu kan perpaduan antara hotel, mall, dan casino. Agar menjadi istimewa, maka dibangunlah konsep sky park di rooftop-nya. Nah skypark-nya ini menyerupai seperti kapal di atas gedung. Dari atas sana bisa liat Singapore dari ketinggian 56 lantai. Dan diatas sana juga, ada pool yang hanya bisa direnangi oleh tamu hotel. Kita bisa masuk sampe pool tapi cukup untuk liat-liat, duduk, dan foto-foto doang. Itupun menurut saya, cukup menyenangkan kok karena emang bagus banget.

Tadinya sempet mau mampir ke casino-nya juga, tapi baru inget ada 2 anak dibawah umur (Tika dan Ayu) karena minimal umur harus 21 tahun. Dan lagi saya juga gak bawa passport. Pas deh ;D jadinya niat kunjungan ke casino dibatalkan, kalo engga, males banget nunggu diluar mupeng ngeliat yang lain pada masuk.

Marina Bay Skypark
mar6
mar5  mar3 mar2 mar1
mar4

Setelah puas foto-foto di Marina Bay sampai jam 10 malam, pulangnya kita sempet-sempetin bayar hutang ittenerarry untuk main-main sekalian dinner di Clarke Quay. Perut udah rewel waktu sampe di Clarke Quay. Yaiyalah, udah jam 10, tapi belum makan malam. Di perjalanan dari MRT Station ke Clarke, dari kejauhan udah keliatan Sling Shot sama Extreme Swing-nya Gmax yang aduhai sekali di mata Wicak, Tika, Ayu dan Cita. Mereka heboh gak sabaran pengen naik.

Dengan mengeluarkan kocek sebesar SGD 45 bagi non-pelajar dan SGD 30 bagi yang pelajar (yeah ada harga khusus bagi pelajar, caranya cukup tunjukin kartu mahasiswa), Wicak, Cita, Tika dan Ayu maju tak gentar beli tiket Extreme Swing. Saya? haha! tidak, terima kasih. Walaupun Wicak begging-begging nyuruh ikut sampe mau bayarin SGD 45 untuk tiket plus SGD 5 untuk bayar ketakutan saya. Dengan lantang, saya masih jawab : enggak-makasih! Sasa juga ogah, dengan dalih lagi ‘dapet’. Konyol jangan ditanya, dia juga gak mau. Rendy? Apalagi! Di Skypark aja dia gemeteran karena takut ketinggian.

Akhirnya, 4 cecukers ini dengan sumringahnya duduk manis di seat Extreme Swing. Saya cukup berdiri cantik di sebelah gate sambil video-in kenekatan mereka. Sumpah deh, waktu videoin rasanya (mungkin) hampir sama kayak ikutan naik. Deg-degan banget dan ngilu ngilu gimana gitu. Extreme Swing ini wahana dimana ada 5 seat dalam 1 tabung, lalu tabung tersebut ditarik mundur jauh keatas ujung tiang, sampe muka yang naik menghadap ke tanah yang jauh di bawah, baru setelah siap, tuasnya dipencet sama salah satu orang yang dipercaya untuk eksekusi (yep, serunya, tuasnya dipencet sendiri sama yang naik!!) dan terayunlah kebawah dan keatas lagi, kayak naik ayunan gitu tapi bedanya ini dari ketinggian superrr. Kebayang gak?

GMax Extreme Swing
gm
gm3
gm2
gm4

Setelah selesai menyaksikan Wicak, Cita, Ayu dan Tika berpartisipasi dalam acara mirip-bunuh-diri-massal (baca: naik Extreme Swing), tibalah waktunya memanjakan perut dengan makanan mahal. Pilihan jatuh pada Senor Santos yang berada di Block B Clarke Quay. Disini setiap orang kira-kira menghabiskan SGD 23 – 27. Alhamdulillah, fish n chips yang saya pilih enak 😀 Dan seperti yang bisa ditebak, lagi-lagi makanan Konyol gak enak! Buahahahaha…

Karena udah hampir jam 1 malam, yang pastinya seluruh transportasi massal Sg udah mati total. Terpaksalah kita naik taksi. Agak horor juga karena denger-denger naik taksi di Singapur itu mahal. Tapi mau gimana lagi..masak mau jalan kaki?? Untungnya ternyata, Clarke Quay ke Little India itu deket jadi kita cuman kena SGD 4.5 plus midnight charge jadi total SGD 7 untuk 1 taksi isi 4 orang. Senangnyaa..padahal gw udah alokasikan SGD 10 untuk naik taksi..hehehe

Clarke Quay
cq2 cq

Silly Things Day 2 :

-Saya dan Cita iseng masuk sex shop di Bugis. Pas keluar pamer-pamer sama Tika dan Ayu. Karena mupeng, mereka juga gak mau kalah ikutan masuk. Eh pas mereka masuk, langsung ditanyain sama mba-mba-nya : *how old are you?* dang!! haha pas banget karena mereka belom cukup umur (masih 19-20an) Akhirnya mereka langsung keluar toko sambil cengar cengir.
-Nyasar menuju Marina Bay (sudah diceritakan diatas, kan?)
-Mis-spelling sama orang di bugis street yang menyebut market itu markek (samakan dengan cara baca bokek). Gw nanya sama mereka : “is this bugis market?” mereka lirik-lirikan bingung dan akhirnya dengan nada agak tinggi bilang “market?? what is market? I dont understand. Do you mean, bugis markek?” :hammer:
-Kelakuan Rendy godain supir taksi. Quote : “pak mardi sakit?”
Day 3 : 6 Dec 2010
Vivo City – Sentosa Island – Universal Studio – Mustafa Center

Yay! This is the Day!! Puncak acara kita di Sg 😀
Untuk mengunjungi Sentosa Island, salah satu caranya adalah naik Sentosa Express. Dan untuk naik Sentosa Express ini harus dari Vivo City. Vivo City itu lagi lagi adalah sebuah mall yang letaknya dekat Harbour. Stasiun Sentosa Express ini terletak di lantai 2 Vivo City. Jadi sebelum nyebrang, kita sempet-sempetin keliling (penghalusan dari kata nyasar) di mal dulu. Kebetulan Tika emang lagi nyari Vans store buat beliin titipan pacarnya. Dan si Vans store yang sulit ditemukan di mall-mall Orchard, akhirnya berhasil ditemukan di Vivo City.

Naik Sentosa Express cuman dikenakan SGD 3 untuk perjalanan PP. Rencananya emang gak mau langsung ke USS dulu, tapi mampir di Imbiah-Sentosa Island untuk naik Skyride dan Luge. Cukup ngeluarin SGD 16 aja per orang untuk naik 2 permainan itu. Baru deh habis itu naik Sentosa Express lagi menuju USS. Sebenarnya, setelah pintu masuk USS, ada tempat penukaran tiket dengan voucher untuk makan senilai SGD 5 dan untuk beli souvenir senilai SGD 5. Tapi karena kita gak dikasih tau atau mungkin lebih tepatnya gak ngeh sama informasi ini, jadinya gak nuker deh. Padahal lumayan banget buat nambahin beli makan sama beli souvenir lucu-lucu.

sen1
senuss3

First ride : Revenge of the mummy menurut saya ini yang paling seru. Walaupun untuk naik ini kita antri kurang hampir sejam. tapi worth it lho! Kurang lebih ini kayak roller coaster indoor, tapi pergerakannya surprising banget. Tiba-tiba berhenti, meluncur mundur, dan kanan kiri sama sekali gak keliatan karena gelap.

Second ride : Canopy Flyer tadinya sempet gak mau naik ini karena sepertinya agak-agak ngeri gitu. Tapi ternyata enggak ngeri sama sekali. Malah nyenengin, bisa liat USS dari atas, bagus banget. Jadi ini tuh kita cuman duduk gitu berpasang-pasangan di kursi dengan rel menggantung, terus kursi gantung itu keliling deh di atas distrik The Lost World.

Third ride : Jurrasic Park Rapid Adventure kalo di dufan namanya Arung Jeram. Bedanya, suasananya di setting kayak lagi di Jurrasic Park. Keliling lewat sungai yang dipinggirannya banyak berbagai macam dinosaurus. Arus juga gak gitu kenceng, jadi biasa aja. Yang bikin gak biasa, waktu masuk ke goa gitu dan akhirnya perahu karet kita dinaikkin keatas. Saya udah panik nih disini, ngira bakal dijatohin kebawah. Tapi ternyata waktu diatas, pintu sisi kiri kebuka dan perahu kita merosot dari situ. Gw antri di sini 2 jam – sungguh sangat tidak worth it ngantri selama itu.

First Show : Shrek 4D Adventure kalo yang ini wajib banget ditonton. Jangan kaget nanti kalo bisa ngerasain angin, kena bersin-nya donkey, atau digelitik laba-laba. Namanya juga 4D 😀

Fourth Ride : Enchanted Airways adalah Roller Coaster kecil. Sensasi-nya gak berasa. *padahal sebelum naik sempet keringet dingin :p

Yang lain yang wajib dinaikin atau ditonton itu Battlestar Galactica dan Water World . Battlestar Galactica itu 2 Roller Coaster yang dinyalakan bersamaan yang nantinya diatas bakalan terlihat kayak perang gitu antara Human dan Cylon. Sayangnya waktu kesana, wahana ini belum buka. Sebenernya sih saya bersyukur, karena saya sendiri gak punya nyali untuk naik ini dan emang udah niat gak akan naik ini dan demi apa aja gak akan nyesel gak naik ini. Hehehe :p

Nah untuk Water World ini kayak pertunjukan stuntman gitu. Sayang waktu itu lagi hujan, jadi sepertinya acara ini ditutup.

Selebihnya permainan-permainan anak kecil kayak carousel, bom bom car, dan pontang-panting.

Setelah naik ini naik itu , foto sana foto sini, langit pun menggelap – waktunya beli souvenir yang lucu-lucu. Saya sendiri sih gak beli apa-apa. habis bingung beli apa dan beli buat siapa. Kayaknya kalo barang lucu-lucu gitu asik pas pertama-tama doang. Lama-kelamaan pasti berakhir di tong sampah.

As a closing, seharusnya kita menikmati show laser Song of The Sea di Sentosa Beach . Tapi sayang, karena keasyikan belanja souvenir dan emang kita udah capek banget. Sumpah-kaki-sakit-banget-buat-jalan. Akhirnya kita memutuskan untuk balik aja ke Vivo City. Karena yang lain masih mau lirak-lirik dan belanja belanji di sana. Terutama Wicak si mister jinjing of the trip! Kemanapun kita pergi pasti dia gak pernah absen bawa jinjingan *sigh

Universal Studio
uss2
uss5 uss4   uss sen3

Lagi-lagi udah jam 11 malam dan kita belum makan malam. Saking udah capeknya dan males nyari restoran lagi, akhirnya kita milih makan makan pop mie dan super bubur aja di hostel. Hahaha melarat abis. Thanks to Tika dan Ayu yang udah bawa persediaan super bubur dan pop mie sekoper dari Jogja. Habis makan, si mister jinjing dan rendy ternyata masih mau ke Mustafa Center lagi untuk beli oleh-oleh yang belum sempet kebeli. Saya dan Tika ngikut karena mau beli tambahan oleh-oleh juga. Berhubung ini malam terakhir buat Saya, Wicak dan Rendy jadi kita bela-belain untuk ke Mustafa malem-malem. Sedangkan yang lain pada tepar di kamar. Tak dinyana dan tak diduga lama waktu perjalanan dengan jalan kaki santai dari hostel ke Mustafa Center hanya 7 menit! Deket abis! dan kita baru sadar..ngek ngokk!

Silly Things Day 3 :

– Mis-spelling Tika dan redemption center Vivo City.
Tika : do you know where vans store is?
Resepsionis : what? fans? fans??? fans store??? do you mean vans shoes? its vans. with v, not with f. you said fans. *ngomel hahaha. moral of the story : lain kali bicaralah dengan spelling yang baik dan benar.

-Selesai nemenin Tika belanja sepatu Vans, kita sempet nyasar waktu mau ke stasiun Sentosa Express. Naik turun lift, sampe masuk-masuk ke gang arah toilet. akhirnya nyerah dan nanya ke pusat informasi.

Day 4 : 7 Dec 2010
Changi!

Bangun jam 6 grasak-grusuk packing yang akhirnya membangunkan orang-orang se-dorm. Hehehe..sorry for that fellas. Sempet-sempetin foto di dorm terakhir kalinya, dan sempet-sempetin sarapan di waktu yang mepet. Akhirnya, say goodbye deh sama Konyol, Sasa, Cita, Tika, dan Ayu yang masih 1 hari lagi stay di Sg. Karena waktu itu kita beli tiketnya gak bareng, jadi makannya waktu pulangnya beda-beda. Rencananya hari ini mereka mau jalan-jalan ke Johor. Katanya di Johor Vincci harganya cuman 30ribuan. Heuh, sirik bangettt!

Tadinya sih niatnya mau naik taksi sampe Dhoby Ghaut Station. Biar tinggal naik MRT langsung nyampe Changi dan sempet nukerin MRT tourist card untuk ngambil deposit SGD 10 *lumayan bok 70rebu* Tapi karena udah parno sama minimal check in 2 jam sebelum boarding. Jadinya naik taksinya bablas sampe Changi dengan total fare SGD 19.

Di Changi-pun, mister jinjing kerap beraksi. Liat toko-toko berlabel duty free, dia langsung gatel.

Sampe-sampe saya dan Rendy disuruh duluan nunggu di waiting room karena dia masih mau muter-muter. Yea yea yea..kebodohan demi kebodohan pun terjadi. Si Wicak waktu mau boarding, sempet-sempetnya kehilangan paspor. Yang ternyata sebenernya ada di salah satu tas belanjaannya dia. *tepokjidat!

Bye Bye Singy
chngi

Silly Things Day 4 :

– Wicak ngebuang Embark Card kedatangan di Sg. Alhasil dia dicegat di imigrasi Sg . Untung ngurusnya gampang, tinggal data ulang lagi.
– Rendy dengan bodohnya ninggalin passport dan tiket di ujung meja imigrasi, gara-gara fokus ngeliat Wicak yang gak lolos imigrasi Sg. Waktu kita beranjak, tau-tau ada yang teriak manggil-manggil, ternyata ada ibu-ibu imigrasi manggil Rendy ngasih tau dan marah-marah sambil megang passport-nya rendy “be careful with this, you know?!” hahahaha
– Waktu mau boarding, Wicak kehilangan passport. Dia langsung minta temenin Rendy nyari ke toko-toko yang tadi dia kelilingin. Sampe udah laporan segala ke imigrasi dan udah di halo-haloin di pusat informasi. Padahal ternyata, passportnya ada di salah satu plastik belanjaan coklatnya dia di bandara. -___-”

This so-called great holiday with the silly people..

Thankies cuks! till we meet again! in another trip, obviously! 😀