Home / Australia / My First Visa – Say Ho Ho Ho to Australia

My First Visa – Say Ho Ho Ho to Australia

Berbulan-bulan googling dengan berbagai keyword tentang visa Australia, akhirnya tanggal 9 April, pas 1 bulan sebelum keberangkatan, saya pun mempercayakan diri meng-apply visa tanpa agen. Kalo gak approve ya berarti Tuhan belum mengizinkan, yang penting kan usahanya udah maksimal. Simple kan? *sok wise* *padahal aslinya gak rela juga kalo gak approve, hihi*

Saya submit berkas-berkas selengkap-lengkapnya biar pihak kedutaan gak punya celah untuk menolak  hehehe :p

Ini daftar berkasnya :

1. Fotokopi KTP
2. Fotokopi KK
3. Fotokopi NPWP
4. Fotokopi Paspor halaman depan dan halaman yang ada cap-cap nya
5. Fotokopi Akta Kelahiran
6. Rekening koran bank 3 bulan terakhir yang dilegalisir
7. Surat Referensi dari bank
8. Surat keterangan kerja dari kantor
9. Slip gaji 3 bulan terakhir
10. Fotokopi bukti potong pajak
11. Detail Ittinerarry dan estimasi budget selama di sana
12. Tiket pesawat
13. Bookingan Hotel
14. Fotokopi Travel Insurance
15. Foto 4×6 2 lembar (cuma diminta 1)

Meskipun sempat diterpa gosip-gosip miring seperti :

– Status lajang dan usia produktif sulit untuk di approve, karena dicurigai akan cari jodoh (??) atau cari pekerjaan di Australi. (sumber : mulut teman)
– Berhubung PM Australia baru ganti jadi cewek, jadi persyaratan agak diperketat, yaitu minimal tabungandi rekening  harus 75.000.000 (sumber : agen visa)

Bodo amat deh, tutup kuping aja, maju terus pantang mundur!
 Waktu submit ke VFS, kata mbaknya, selama ini sih kalau datanya lengkap selalu di-approve. Tapi saya gak mau besar kepala dan terbang tinggi-tinggi. Pasrah aja, saya malah cenderung ngumpulin sisi-sisi postif kalau visa saya nanti ternyata ditolak. Walaupun dalam lubuk hati saya, cyaahh, entah kenapa saya yakin kalau semuanya berjalan lancar.
Oya, si mbaknya juga bilang, sekarang jamannya online, jadi begitu visa kita di-approve, kita akan menerima e-visa lewat email, jadi gak ada lagi yang namanya nerima amplop hasil keputusan visa gitu, dan paspor juga gak ditahan, begitu kita submit berkas, paspor hanya di pinjam sebentar untuk ditarik datanya setelah itu dikembalikan lagi ke kita.
Tanggal 9 April malam, saya terima email dari VFS-Visa, waktu baca sender-nya bikin hati mencelos, isinya menyatakan kalau berkas-berkas pengajuan visa saya sudah diterima oleh pihak kedutaan Australia. Tegangnya bukan main.
Hari kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam masih juga belum ada tanda-tanda. Setiap ada email, bawaannya langsung grasak grusuk, setiap ada sms juga gitu. Hari ketujuh, mulai uring-uringan, nanya sama semua orang, ‘kenapa yaa visa gue belom ada kabar?’ malah sempet nge-twit : ‘Day7. Sigh.’ Eh, sejam kemudian dari saya ngetwit itu, tiba tiba ada notifikasi email di BB
Sender : noreply@dfat.gov.au
Tittle : URGENT: Australia Tourist Visa decision record.

Aaaaaaa! ngeriiiiii! Di email itu ada satu attachment, size-nya 25 kb saja. Saya gak berani langsung buka, tangan gemeteran, jantung berasa banget deg-degannya. Pikiran udah macem-macem, kenapa kok attachmentnya kecil banget? cuma 25 kb? jangan-jangan ini cuma surat penolakan? Akhirnya dengan satu tarikan nafas panjang, saya klik juga attachment-nya. Saya baca kata-per-kata pelan-pelan, sampai di kalimat …has been granted, saya berhenti, lalu ulangi lagi membaca dari awal kalimat. Memastikan kalau saya gak salah baca, atau gak salah translate.

I wish to advise that a decision has been made on this application (damn, nih kalimat awal masih aja gak to the point), and a visa has been granted on 18 April 2013 to the applicant listed in the Visa Grant Notice, which contains important information about your visa.

granted kan?? g-r-a-n-t-e-d??? Ahaahahahay!! Ye ye yey my visa has been granted!

Alhamdulillah 😀